Akhirnya Diriku Menikmati Hal Itu

Akhirnya Diriku Menikmati Hal ItuAku adalah wanita berusia 29 tahun, sekarang aku tinggal sendirian di rumahku yg terletak di salah satu komplek yg disebut sebagian orang sebagai komplek orang berduit di wilayah Jakarta. Walau Aku telah lama menikah hingga kini aku belum memiliki anak. Rumah yg kutempati ini adalah hadiah perkawinan untukku, suamiku membeli rumah ini atas namaku.


“Sebagai bukti ketulusan sayangku padamu” katanya.
Rumah-rumah di komplekku terbilang saling berjauhan karena masing-masing rumah memiliki pekarangan yg luas. Hidup di Jakarta menyebabkan aku juga tdk begitu mengenal tetanggaku. Kami masing-masing memiliki kehidupan sendiri-sendiri.
Malam itu aku pulang agak larut karena baru pulang dari bertemu salah seorang teman yg baru kukenal dari dunia maya. Setelah mengunci pintu depan aku mencari-cari kontak lampu karena suasana rumahku masih gelap. Begitu lampu menyala, aku langsung menuju kamarku untuk mengganti baju yg kotor.
Aku melepaskan seluruh pakaianku lalu menyimpan baju kotorku di keranjang yg memang kusediakan di kamar untuk pakaian kotor. Sungguh aku sekarang telanjang bulat. Aku merasa sendiri di rumahku sehingga aku merasa bebas walaupun ke ruang tengah atau ke dapur dalam keadaan telanjang.
Aku masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badanku. Selesai mandi rasanya badanku terasa segar. Kemudian duduk santai menonton TV di ruang tengah sambil minum susu hangat. Aku hanya melilitkan handuk pada badanku, sambil mengeringkan rambutku dgn kipas angin aku buka channel TV sana-sini. Acaranya tdk ada yg menarik hatiku.
Iseng-iseng aku menonton film BF koleksiku yg baru saja aku download. Melihat adegan difilm aku menjadi sedikit terangsang melihat adegan itu,
“Aaah.. seandainya ada seorang pria disampingku saat ini”,pikirku.
Aku melepaskan handuk yg melilit badanku, lalu mengelus-elus payudaraku sendiri dgn lembut. Payudaraku memang cukup besar ukuran 34 B, tadi saja saat bertemu dgn temanku pertama kalinya dia memuji bentuk payudaraku “Montok” ujarnya. Untuk urusan mengurus badan, aku memang agak telaten. Karena bagiku kecantikan wanita dan kemulusan badan itu adalah harga mati. Aku tdk menyadari sama sekali kalau ada sepasang mata yg memperhatikan kegiatanku
Kuelus-elus buah dadaku dgn lembut hingga terus terang menimbulkan rangsangan tersendiri bagiku. Libidoku tiba-tiba datang dan hasratku jadi memuncak, rasanya aku ingin berlama-lama, matakupun tak terasa mulai sayu merem melek merasakan rangsangan.
Kali ini bukan lagi belaian yg kulakukan, tp aku sudah mulai melakukan remasan ke buah dadaku. Kupilin-pilin puting susuku dgn menggunakan ibu jari dan jari telunjukku. Nikmat sekali rasanya. Tanganku perlahan-lahan turun mengelus-elus selangkanganku. Saat jari-jariku mengenai bibir-bibir memekku, aku pun merasakan darah yg mengalir di tubuhku seakan mengalir lebih cepat daripada biasanya.
Aku terangsang sekali, liang memekku sudah dibanjiri oleh lendir yg keluar membasahi bibir memekku. Lalu jari-jariku kuarahkan ke klitorisku. Kutempelkan dan kugesek-gesek klitorisku dgn jariku sendiri hingga aku pun tak kuasa membendung gejolak dan hasratku yg semakin menggebu. Badanku melengkung merasakan kenikmatan, kukangkangkan pahaku semakin lebar. Jari tengah dan telunjuk tangan kiriku kupakai untuk menyibak bibir memekku sambil menggesek-geseknya. Sementara jari tengah dan telunjuk tangan kananku aktif menggosok-gosok klitorisku.
Kualihkan jari tangan kananku ke arah lipatan memekku. Ujung jariku mengarah ke pintu masuk liang kenikmatanku, kusorongkan sedikit masuk ke dalam. Liang memekku sudah benar-benar basah oleh lendir yg licin hingga dgn mudahnya menyeruak masuk ke dalam liang memekku. Kini jari tangan kiriku sudah tdk perlu lagi menyingkap bibir kemaluanku lagi hingga kualihkan tugasnya untuk menggesek-gesek klitorisku.
Kukocokkan jari tangan kananku keluar masuk liang memekku. Jari-jariku menyentuh dan menggesek-gesek dinding memekku bagian dalam, ujung-ujung jariku menyentuh G-spot, punggung dan kepalaku jadi tersandar kuat pada sofa di ruang tengah, seakan-akan tubuhku melayg-layg dgn kenikmatan tiada tara.
Aku sudah benar-banar mencapai puncaknya untuk menuju klimaks saat ada sesuatu yg rasanya akan meledak keluar dari dalam rahimku, ini pertanda aku akan segera mencapai orgasme. Gesekan jari tangan kiri di klitorisku makin kupercepat lagi, demikian pula kocokan jari tangan kanan dalam memekku pun makin kupercepat pula. Untuk menyongsong orgasmeku yg segera tiba, kurasakan kedutan bibir memekku yg tiba-tiba mengencang menjepit jari-jariku yg masih berada di dalam liang senggamaku.
Bersamaan dgn itu aku merasakan sesekali ada semburan dari dalam yg keluar membasahi dinding memekku. Aku serasa sedang kencing namun yg mengalir keluar lebih kental berlendir, itulah cairan maniku yg mengalir deras.
“AHH……..” aku terpekik, lalu tubuhku bergetar hebat. Setelah beberapa detik baru terasa badanku seperti lemas sekali.
Mataku terpejam sambil menikmati rasa indah yg menjalar di sekujur badanku, tiba-tiba tersa ada benda dingin menempel di leherku. Mataku sedikit terbuka, lalu…..
“ Diam atau lehermu akan terluka.” Suara seorang laki-laki terdengar mengejutkanku. Jantungku rasanya hampir berhenti menyadari ada pria yg menempelkan pisau ke leherku, dan aku dalam keadaan telanjang……..
Aku terdiam tak berdaya ketika dia berusaha mengikat tanganku. Aku takut kalau dia merasa terancam, maka dia akan membunuhku. Matanya jelalatan melihat tubuhku yg tdk tertutup sehelai kain. Terbersit penyesalan dalam hatiku, kenapa aku sangat gegabah. Bagaimana dia masuk ke dalam rumah ini, dan apa yg akan mereka lakukan. Segala macam perasaan dalam diriku saat itu.
“He.. he.. he… cantik, ijinkan aku untuk membantumu menyelesaikan hasrat terpendam dalam dirimu.” lelaki itu duduk disampingku.
“Nah cantik…. Sekarang aku akan memuaskanmu.” Ternyata Laki-laki itu adalah laki-laki yg aku kenal ,
“Dani, apa maksud semua ini”, teriakku.

Dani adalah teman dunia maya yg siang tadi sempat bertemu dgnku. Tdk kusangka dia mengikutiku hingga ke rumah tempat tinggalku. Dani hanya diam mendengar pertanyaanku kemudian dgn kalemnya dia raih tangan dan pinggangku untuk memelukku. Antara takut dan marah, aku masih berontak dan berusaha melawan. Kutendangkan kakiku ke tubuhnya sekenanya, tetapi.. Ya ampuunn.. Dia tdk bergeming sama sekali terhadap hal itu.
Dani lalu menyeretku menuju ke kamar tidurku. Aku setengah dibantingkannya ke ranjang. Dan aku benar-benar terbanting. Dia ikat tanganku ke backdrop ranjang itu. Aku meraung, menangis dan berteriak sejadi-jadinya, tp hanya terdengar gumaman dari mulutku karena mereka membekap mulutku. hingga akhirnya, sehingga aku menyadari tdk ada gunanya lagi berontak maupun berteriak. Sesudah itu dia tarik tungkai kakiku mengarah ke dirinya. Dia nampak berusaha menenangkan aku, dgn cara menekan mentalku, seakan meniupi telingaku. Dia berbisik dalam desahnya,
“Ayolah Citra, jangan lagi memberontak. Percuma khan, jarak antar rumah di komplek ini cukup berjauhan. Lagian kalaupun ada yg tahu mereka tdk akan berani menggangu”.
Aku berpikir cepat menyadari kata-katanya itu dan menjadi sangat khawatir. Dani seakan-akan sengaja memperhitungkan keadaan. Kemudian dgn tersenyum dia benamkan wajahnya ke ketiakku. Dia menciumi, mengecup dan menjilati lembah-lembah ketiakku. Dari sebelah kanan kemudian pindah ke kiri. Menimbulkan rasa geli sekaligus membangkitkan gairah. Tangan-tangannya menjamah dan menelusup kemudian mengelusi pinggulku, punggungku, dadaku. Tangannya juga meremas-remas susuku. Dgn jari-jarinya dia memilin puting-puting susuku. Disini dia melakukannya mulai dgn lembut dan demikian penuh perasaan. Bajingan! Dia pikir bisa menundukkan aku dgn caranya yg demikian itu. Aku terus berontak dalam geliat.. Tetapi aku bagaikan mangsa yg siap diterkam.
Aku sesenggukan melampiaskan tangisku dalam sepi. Tak ada suara dari mulutku yg tersumpal. Yg ada hanya air mataku yg meleleh deras. Aku memandang ke-langit-langit kamar. Aku merasa sakit atas ketdk adilan yg sedang kulakoni. Kini Dani menatapku. Aku menghindari tatapan matanya. Dia menciumi pipiku dan menjilat air mataku,
“Citra Kamu cantik banget ….. ” dia berusaha menenangkanku.
Dia juga menciumi tepian bibirku yg tersumpal. Tangannya meraba pahaku dan mulai meraba-raba kulitku yg sangat halus karena tak pernah kulewatkan merawatnya. Dani tahu kehalusan kulitku. Dia merabanya dgn pelan dan mengelusinya semakin lembut. Betapa aku dilanda perasaan malu yg amat sangat. Hanya suamiku yg melihat auratku selama ini, tiba-tiba ada seorang laki-laki asing yg baru saja aku kenal demikian saja merabaiku dan menyingkap segala kerahasiaanku.
Aku merasakan betisku, pahaku kemudian gumpalan bokongku dirambati tangan-tangannya. Pemberontakanku sia-sia. Wajahnya semakin turun mendekat hingga kurasakan nafasnya yg meniupkan angin ke selangkanganku. Dani mulai menenggelamkan wajahnya ke selangkanganku.
“ Ah…..” Bukan main. Aku mendesiz .
Aku tak kuasa menolak semua ini. Segala berontakku kandas. Kemudian aku merasakan lidahnya menyapu pori-pori selangkanganku.
Lidah itu sangat pelan menyapu dan sangat lembut. Darahku berdesir. Duniaku seakan-akan berputar dan aku tergiring pada tepian samudra yg sangat mungkin akan menelan dan menenggelamkan aku. Aku mungkin sedang terseret dalam sebuah arus yg sangat tak mampu kulawan. Aku merasakan lidah-lidah Dani seakan menjadi seribu lidah. Seribu lidah Dani menjalari semua bagian-bagian rahasiaku. Seribu lidah Dani inilah yg menyeretku ke tepian samudra kemudian menyeret aku untuk tertelan dan tenggelam. Aku tak bisa pungkiri. Aku sedang jatuh dalam lembah nikmat yg sangat dalam.. Aku sedang terseret dan tenggelam dalam samudra nafsu birahiku. Aku sedang tertelan oleh gelombang nikmat syahwatku sendiri.
Dan saat kombinasi lidah yg menjilati selangkanganku dan sesekali dan jari-jari tangannya yg mengelusi paha di wilayah puncak-puncaknya rahasiaku, aku semakin tak mampu menyembunyikan rasa nikmatku. Isak tangisku terdiam, berganti dgn desahan dari balik kain yg menyumpal mulutku. Dan saat kombinasi olahan bibir dan lidah dipadukan dgn bukan lagi sentuhan tetapi remasan pada kemaluanku, desahanku berganti dgn rintihan yg penuh derita nikmat birahi.
Dani tiba-tiba mrenggut sumpal mulutku.Dia begitu yakin bahwa aku telah tertelan dalam syahwatku.
“Ayolah, sayang.. mendesahlah.. merintihlah.. Puaskan aku….. bukankah itu yg kamu inginkan, aku akan merealisasikan semua fantasimu yg selama ini terpendam”
Mendengar itu rasa takut hilang aku mendesah dan merintih sangat histeris. Kulepaskan dgn liar derita nikmat yg melandaku. Aku kembali menangis dan mengucurkan air mata. Aku kembali berteriak histeris. Tetapi kini aku menangis, mengucurkan air mata dan berteriak histeris beserta gelinjang syahwatku. Aku meronta menjemput nikmat. Aku menggoyang-goyangkan pinggul dan pantatku dalam irama nafsu birahi yg menerjangku.
Aku tak mampu mengendalikan diriku lagi. Aku bergoncang-goncang mengangkat pantatku untuk mendorong dan menjemputi bibirnya karena kegatalan yg amat sangat pada kemaluanku dilanda nafsu birahi. Dan kurasakan betapa kecupan dan gigitan lidah Dani ini membuatku seakan-akan menggigil dan gemetar lupa diri.
“Masukin… Dani.. auh… aku gak tahan…..siksa aku lecehkan aku..aah.. jadikan aku budak seksmu” aku mendesah tdk karuan. Akhirnya karena tak mampu aku menahannya lagi aku merintih.
Mendengar desahan ku Dani terlihat tersenyum, dan “Cuihh” dia meludahiku. Tp entah kenapa aku semakin bergairah.
“Aahh ludahi aku, lecehkan aku, perkosa aku” rintihku tanpa bisa menahan nafsuku yg sudah lama kupendam.
“Hahaha Citra.. Citra.. dasar lonte kamu, maunya cuma dipenis aja kan” Dani berkata setelah seolah hendak menghinaku.

Tp perasaan apa ini aku malah menikmatinya. Ingin lebih lagi dihina dan dilecehkan seperti ini.
“Tetek mu bagus Citra” puji Dani terhadap payudara ku, tp Plak..plak,.. tiba-tiba Dani menampar payudaraku dgn sangat kasar.
“Ahhh..” aku melenguh kesakitan namun juga merasakan nikmat yg sangat sulit dibayangkan.

Dani sepertinya mempraktekkan semua hal yg dulu pernah kami bicarakan didalam chating.
“Kamu suka kan teteknya ditampar seperti ini, benarkan ayo jawab LONTE” Dani mulai berkata kasar kepadaku tp ini adalah fantasiku yg sudah lama ingin aku dapatkan.
“Lagi hina aku lebih kasar lagi”, bathinku meminta.
“Ayo berdiri kamu lonte cepat jilatin penis sama anus ku” perintahnya, aah awalnya aku merasa jijik tp entah kenapa aku begitu menikmati ini,

Serr… dari lubang kencing penis Dani keluar air saat aku sedang mengulumi penisnya.
“Uhukk… uhukk…”, aku tersedak karena kaget. Melihat itu Dani memerintahkan aku untuk meminum air kencingnya.
“Ayoo minum .. lonte hauskan?? minum yg banyak!!” teriaknya.

Sambil menampar Pipiku
“Plak.. Plaaak…” memaksa agar mau membuka mulutku.
Rambutnya ditarik olehnya hingga aku jatuh terjerembab. Namun Dani bukannya berhenti malah dia semakin mengencingi aku dgn air seninya.
“Gimana bukannya Kamu suka dikencingin seperti ini haaah” Aku yg memang sudah tdk bisa lagi menaha diri langsung membuka mulutnya dan meminum kecing yg jatuh.
Aku mulai mendesah seperti orang kesurupan
“Ouuugghhhh,, Dani sayanggg, oooggghhhh”
“Iyaa Dani,, mandiin lontemu dgn kencing,, oooggghhhh”
“Berdiri”, perintah Dani denga menarik rambutku dan dia kemudian menyuruhku untuk menungging. Plaak.. Plak… Dani menampar pantatku “Hahaha pantat ini dah dianal sama siapa ja haah..plak..plak..ayo bilang” Dani mulai kembali menghinaku dgn kata-katanya

“ooggghh, ampuun Dani, aahh,, anusku baru sama suami saya saja,, oouuwwggghhh” lenguh ku saat Dani berkali-kali menampar pantatku.
Kemudian aku merasakan Dani mulai membuka pahaku dan terlihatlah Memek ku yg merona dan merekah. “Plaak… Plaak” kali ini giliran memekku yg ditamparnya.
“Aaahh” aku mendesis merasakan kenikmatan saat dia melakukannya.
“oogghh,, mmmmmm,, enaak Dani,, mksihh Dani, ooogghhhh,, tampar memek lontemu Dani,, kerasss,, uuggghhh”
“ooouuhh tampr keras,, sini jarimuu,, masukin Dani tusuk yg cepatt n kasarr,, oohhhhh,,” aku semakin meracau dan kehilangan kesadaran
“Aaaagggghhhh..,” aku akhirnya mengalami orgasme kembali namun kali ini terasa begitu nikmat. Sudah sejak lama aku mengidam-idamkan hal ini.

Rintihan itu membuat Dani itu mendekatkan wajahnya ke wajahku hingga bisa kuraih bibirnya. Aku rakus menyedotinya. Aku berpagut dgn pemerkosaku. Aku melumat mulutnya. Aku benar-benar dikejar badai birahiku. Aku benar-benar dilanda gelombang syahwatku.
Aku betul-betul tdk sabar menunggu dia melepas pakaiannya. Aku masih berkelojotan diranjang. Dan kini aku benar-benar menunggu Dani itu memasukkan penisnya ke kemaluanku pula. Aku benar-benar berharap karena sudah tdk tahan merasakan badai birahiku yg demikian melanda seluruh organ-organ peka birahi di tubuhku. Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yg sama sekali diluar dugaanku. Aku sama sekali tak menduga, karena memang aku tak pernah punya dugaan sebelumnya. Kemaluan Dani ini demikian gedenya.
Rasanya ingin tanganku meraihnya, namun belum lepas dari ikatan dasi di backdrop ranjang ini. Yg akhirnya kulakukan adalah sedikit mengangkat kepalaku dan berusaha melihat kemaluan itu. Ampuunn.. Sungguh mengerikan. Rasanya ada pisang ambon gede dan panjang yg sedang dipaksakan untuk menembusi memekku. Aku menjerit tertahan. Tak lagi aku sempat memandangnya.
Dani ini sudah langsung menerkam kembali bibirku. Dia kini berusaha menjulurkan lidahnya di rongga mulutku sambil menekankan penisnya untuk menguak bibir memekku. Kini aku dihadapkan kenyataan betapa besar penis di gerbang kemaluanku saat ini. Aku sendiri sudah demikian dilanda birahi dan tanpa malu lagi mencoba merangsekkan lubang kemaluanku.Cairan-cairan kewanitaanku membantu penis itu memasuki kemaluanku.
“Hahaha sini nungging aku mau masukin penis ke memeknya” perintahnya kepada ku.
Dani memasukan dgn cepet ke penisnya dan slheebebb, seketika penisnya amblas kedalam memekku.
“Blesek……..Blesek………. Ohh…… Kenapa sangat nikmat begini…….. Oh aku sangat merindukan kenikmatan ini…..” Aku semakin meracau.
“Plak. Plakk..” beberapa tanparan diberikan kepada pantatku.
“Ayo goyang pantatnya Lonte” teriak Dani.
“Ahh iyaa Dani,, mmmm,, aahhhh, oouuwwhh,, maki, hinaa Citra yg bnyaakk,ooohhhhh”
“hahaha kamu memang murahan!! memek loh yg sudaah dientot oleh penis orang haah” kata-kata Dani semakin membuat ku bergairah
“teruuss Dani mmmpphhhh,,”
“hahahahahaha kamu maniak sex ternyata Citra.. pecun sialan”
“plak… cepat goyang” semakin aku meracau semakin sering Dani menampar pantatku seakan dia sedang memacu seekor kuda.

“oohh iyaa Dani lontemuu goyng yg cepaat,, uuhh, mmmm,”mm,, oohh cd Dani mana,, lontemu mau gigit,, ooohhh” aku sudah mulai berani meminta hal yg sedikit gila aku sudah menikmati kejadiaan ini.
“hahaha ini makan cdnya masukan kedalam mulut kamuaah cepat lonte goyang yg cepat Dani mau keluar kan pejunya cepat kamu juga” Dani terlihat senang dgn aksi yg aku lakukan
“plak..plak..aaahrhh ayo percepat goyangnya”
“oohh, iyaa Dani Citraaa goyang,, keluarinn yg bnykk,, aahhh,, tampar Citra tuaann,, aahhhh”
“hahaha kamu suka ya.. plak..plak..ayo cepat pplak..”
“Dani keluarin didalam Dani hamili aku”
“Kamu mau dihamilin haah?? Sini akan aku hamilin kamu”jawab Dani mendengar ocehanku

“iyaa Dani,, uuhh, uuhh,? mmm,, aaahhhh”
“iyaa Dani, hamilin Citra ooohh,, ,, oouuwwhh enaakkk Dani,,mmm”
“mmmmm,, mmmm,, Citra sukaaa, aahhhh”
“suka apa haah… plakkkk..plakkkk..plakkkk..bilang yg jelas” Dani menghardiku
“ouuwwhh,, sukaa di penisin Dani,, aahhh,,”
“siapa yg suka ??plakkkk..plakkkk..plakkkk..”
“aahh, Citra lontenya Dani,,uuuhh”

Sensasi cengkeraman kemaluanku pada bulatan keras batang besar penis Dani ini sungguh menyuguhkan fantasy terbesar dalam seluruh hidupku selama ini. Aku rasanya terlempar melayg kelangit tujuh. Aku meliuk-liukkan tubuhku, menggeliat-liat, meracau dan mendesah dan merintih dan mengerang dan.. Aku bergoncang dan bergoyang tak karuan…. Orgasmeku dgn cepat menghampiri dan menyambarku. Aku kelenger dalam kenikmatan tak terhingga.. Aku masih kelenger saat dia mengangkat salah satu tungkai kakiku untuk kemudian dgn semakin dalam dan cepat menggenjoti hingga akhirnya muntah dan memuntahkan cairan panas dalam rongga kemaluanku.
“aah Citra.. Dani sampai.. creett.. creet…memeknya enak.. memek lontenya Dani”teriak Dani ketika orgasme
“Auh………. AHH…… “ aku menjerit merasakan gelombang-gelombang listrik kenikmatan menjalar di sekujur tubuhku.
“ooohhhh,, mmmmmm,, hhuuuu,, makasihh Dani,, oohhh”tanpa sadar aku malah berterimakasih kepadanya. Aku lupa kalau sebenarnya aku tengah diperkosa.

Kami langsung roboh. Hening sesaat. Aneh, aku tak merasa menyesal, tak merasa khawatir, tak merasa takut. Ada rasa kelapangan dan kelegaan yg sangat longgar. Aku merasakan seakan menerima sesuatu yg sangat aku rindukan selama ini. Apakah aku memang hipersex atau memang karena Dani ini memang tangguh dan pandai bercinta. Ah aku tdk mau berfikir lagi.. Akupun tertidur kelelahan. - Akhirnya Diriku Menikmati Hal Itu

Related Posts:

7 Manfaat Sperma Selain Menghasilkan Anak Manusia. Ah, Tuhan Memang Luar Biasa Menciptakannya


Bokep Tante - Sperma merupakan produk dari sistem reproduksi kaum adam yang berfungsi untuk membuahi sel telur sebagai bagian terpenting dalam proses pembuahan. Sperma terdiri dari campuran beberapa cairan yang dihasilkan oleh kelenjar dalam sistem reproduksi cowok.

Dengan adanya elemen-elemen atau kandungan nutrisi yang dimilikinya, sperma punya beberapa manfaat lain selain fungsi utamanya untuk membuahi sel telur. Dilansir dari NBC News, berikut rangkuman dari Bokep Tante Tips mengenai beberapa manfaat lain dari sperma yang belum banyak diketahui, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Jennifer Bass dari Kinsey Institute for Research in Sex, Gender dan Reproduksi. Kalau kamu merasa butuh untuk tahu, silahkan simak, ya…

1. Kandungan dalam sperma mampu menekan stres dan sebagai anti depresan, ini yang bikin cewek merasa bahagia


Manfaat lain dari sperma antara lain untuk menurunkan tingkat stres dan memperbaiki suasana hati seseorang. Selain itu, sperma juga mengandung zat serotonin, oksitosin, dan prolaktin yang berfungsi sebagai anti depresan. Hal ini akan berdampak pada kondisi seseorang yang akan menjadi lebih bahagia dan mampu melepas stres dengan baik.

Fakta ini dikemukakan berdasarkan riset yang dilakukan oleh peneliti di State University of New York, Albany. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa cewek yang berhubungan seks tanpa kondom dan terekspos secara langsung oleh sperma yang dikeluarkan oleh cowok, memiliki tingkat stres yang lebih rendah.

2. Menelan sperma bisa menjaga kesehatan jantung dan menurunkan tekanan darah, khususnya bagi ibu hamil


Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa menelan sperma secara teratur dapat menurunkan tekanan darah bahkan terhindar dari stroke dan penyakit jantung karena kemampuannya menghilangkan stresnya. Hormon prostaglandin yang dikandung sperma berpartisipasi dalam berbagai fungsi tubuh seperti kontraksi dan relaksasi otot polos, dilatasi dan penyempitan pembuluh darah, kontrol tekanan darah, dan modulasi peradangan.

3. Luka juga bisa dipercepat penyembuhannya lewat sperma, termasuk mencegah infeksi dan membersihkan bakteri serta kuman


Sperma juga dapat mempercepat penyembuhan luka karena memiliki kandungan zat besi. Selain itu, kandungan vitamin C pada air mani juga mampu untuk mencegah munculnya infeksi pada luka, dan membersihkan luka dari kuman-kuman serta bakteri. Kandungan kaliumnya juga sangat penting untuk pertumbuhan normal tubuh dan untuk penggantian jaringan yang rusak.

4. Kandungan mineral dalam sperma mampu memelihara kesehatan tulang, gigi, otot bahkan syaraf, lho


Ternyata sperma mengandung fosfor, magnesium, kalsium dan mineral lain yang telah diteliti dan disimpulkan bahwa zat ini berfungsi membantu mempertahankan otot normal dan fungsi saraf, membuat tulang kuat dan mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat.

5. Karena efeknya yang menenangkan dan menurunkan stres, kualitas tidur jadi meningkat berkat cairan sperma


Zat antidepresan, mineral dan protein dalam sperma efektif memperbaiki kualitas tidur seseorang. Ini adalah manfaat sperma yang bisa dimanfaatkan oleh siapapun yang punya kualitas tidur buruk. Suasana hati yang lebih baik serta peningkatan daya tahan tubuh dari serangan penyakit karena kandungan magnesiumnya, berpengaruh positif bagi peningkatan kualitas tidur seseorang.

6. Manfaat kesehatan lainnya juga dapat mencegah kanker dan mengatasi penyakit diabetes


Kandungan nutrisi berupa asam dan fruktosa yang ditemui dalam cairan sperma ternyata dapat dimanfaatkan untuk membantu metabolisme dan dan sistem pencernaan tubuh untuk mencerna gula yang dikonsumsi. Hal ini membuat cairan sperma dapat menjaga kadar gula darah agar tetap terkendali.

Selain itu, sebuah penelitian menyatakan bahwa sperma memiliki efek anti kanker. Efek anti kanker ini salah satunya dapat mencegah munculnya kanker payudara pada cewek.

7. Percaya atau nggak, sperma punya kandungan zat tertentu yang ampuh meremajakan kulit dan memerangi penuaan


Tahukah kamu? Sperma mengandung vitamin C dan seng yang merupakan antioksidan, berfungsi membantu memperlambat proses penuaan. Kandungan mineralnya mampu menjaga kesehatan kulit dan dipercaya membuatnya menjadi halus.

Nah, beberapa manfaat lain dari sperma ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan bahwa sperma nggak hanya berfungsi untuk proses pembuahan saja. Mengenai praktiknya, Bokep Tante nggak akan menerangkan lebih lanjut karena hal ini hanya sebatas pengetahuan akan manfaatnya saja. Sikapi dengan bijak, ya!

Related Posts:

Lilis Sepupu Istriku

Lilis Sepupu IstrikuLilis Baru pulang dari luar kota tadi malam Aku agak malas untuk siap-siap ke kantor, nanti agak siang saja Aku masuknya. Isteriku sdh berangkat, anakku semata wayg sdh berangkat sekolah. Usai sarapan yg disiapkan oleh Lilis Aku belum jg mandi tp menikmati 3 hari koran yg belum sempat kubaca selama keluar kota di sofa ruang tamu Santai.


Hari menjelang siang. Lilis baru saja selesai mengepel lantai lalu ke belakang. Rasanya ada yg aneh pada Lilis. Tiap hari dia memang mengepel lantai dan itu biasa. Entah apanya yg berbeda pada dia pagi ini Aku tak memperhatikan dan memang tak ingin tahu. Hanya kurasakan agak aneh saja. Kembali Aku membaca koran. Ketika terdengar suara guyuran air di kamar mandi belakang, jg masih biasa, Lilis selesai bersih-bersih rumah lalu mandi.
Lalu 30 menit kemudian dia tampak sliweran antara dapur dan ruang makan jg biasa. Jg ketika masuk ke kamar anakku. Sekilas Aku sempat melihatnya lewat dari balik bentangan koranku. Mungkin ini yg tak biasa, dia tampak lebih rapi dari biasanya. Daster yg dia kenakan tampaknya baru. Mungkin dia mau keluar belanja, pikirku.
Dalam kesibukan dia di ruang makan kadang dia bikin suara-suara benturan piring dan alat lainnya. Dgn sendirinya Aku sedikit mengangkat kepala mengalihkan pandangan dari koran ke arahnya. Itu gerakan refleks yg biasa. Yg tak biasa adalah dia beberapa kali ‘tertangkap’ sedang memandang ke arahku tp tatapan matanya agak ke bawah.
Ketika dia sedang ke belakang Aku coba meneliti adakah yg aneh pada diriku ? Kebiasaan di rumah Aku selalu mengenakan celana pendek. Itu sdh sering dan Lilis jg sdh tahu. Jadi apanya yg aneh. Ah, memang Aku peduli ? Aku terus saja membaca. Sampai suatu saat sedang asyiknya Aku membaca tanpa kusadari Lilis sdh berdiri di depanku.
Koran kuletakkan, belum sempat Aku membuka mulut untuk nanya, tiba-tiba Lilis menghambur ke arahku, duduk di pangkuanku dan memeluk tubuhku. Lalu kepalanya yg tersembunyi di dadaku terlihat sedikit berguncang. Lilis menangis. Ada angin apa nih ?
“Maafkan saya Kang …” katanya di sela-sela isakan tangisnya.
Lilis memang bukan pembantu. Dia adalah sepupu isteriku, sama-sama dari Kuningan, asal isteriku. Dia cukup cerdas walau SMK saja tak tamat, karena keburu disuruh menikah oleh ibunya. Teman-temannya di kampung pada umumnya hanya tamatan SMP atau bahkan SD.
Dia sebenarnya ingin sekolah sampai tingkat sarjana, hanya kebiasaan di kampung mengharuskan anak perempuan sdh berrumah-tangga ketika mencapai umur 16 atau 17 tahun. Malang baginya, ketika usia pernikahan menjelang setahun suaminya tertangkap basah berselingkuh. Dia minta cerai dan ingin ikut isteriku ke Jakarta sambil siapa tahu bisa meneruskan sekolahnya dan menggapai cita-citanya menjadi sarjana pertanian.
Di kampung dulu dia memang amat dekat dgn isteriku. Setelah bicara dgnku, isteriku setuju menyekolahkan dia sampai tamat. Lilis bersedia kerja apa saja, jadi pembantu sekalipun, untuk mengejar cita-citanya. Kami, saya, isteri dan anakku tak pernah menganggap dia sebagai pembantu. Kami perlakukan dia sebagai salah satu famili dekat. Sdh hampir dua bulan dia ikut dgn keluarga kami. Dia sdh terdaftar di SMK kelas 3, hanya belum mulai sekolah karena menunggu tahun ajaran baru, bulan depan. Umurnya kini 18 tahun. Memang sedikit terlambat. Anak seusia dia umumnya sdh tamat SMU.
“Kenapa Lis?”
“Maafkan saya Kang….”
“Kamu salah apa” Dia tak menjawab, masih terisak.

Aku coba menduga-duga, mungkin dia tak betah karena mengerjakan urusan rumah tangga mirip pembantu.
“Kamu pengin pulang?” Lilisg menggeleng.
Sebenarnya tdk jg sebagai pembantu karena isteriku kalau sedang di rumah jg ikut terjun kerja bersama dia. Anakku pun begitu. Kami memang sdh biasa tak punya pembantu.
“Atau kamu gak betah di sini?”
“Bukan Kang …. bukan, saya senang tinggal sama Teteh…” Yg dia sebut teteh adalah isteriku.
“Jadi kenapa?” Hening sejenak, lalu
“Sayanya Kang, saya yg tak beres…”
“Tak beres apanya, ayo cerita, jangan sungkan-sungkan. Kamu kan sdh kuanggap adikku sendiri”
“Bukan masalah itu Kang … Akang sekeluarga di sini baik-baik semua ….saya betah…”
“Lalu ?” Lilis masih diam, tangisnya mereda. Tp masih belum mau bicara.

Tak sadar Aku mengelus-elus rambutnya yg lurus dan panjang sepunggung, seperti rambut isteriku. Memang Lilis banyak kemiripan dgn isteriku. Wajah mirip, hanya isteriku langsat dia sawo matang. Bentuk tubuhnya sama langsing, hanya dada Lilis sedikit lebih besar.
Pembaca, jangan berpikiran macam-macam ya. dari ‘tampak luar’ saja sdh terlihat, tak harus ‘memeriksa’ ke dalam. Memangnya Aku sekurang ajar itu berani memeriksa dada sepupu isteriku ? Dada? Ah …. gumpalan daging kembarnya itu melekat erat di dadaku sekarang. Baru sekarang jg Aku menyadari bahwa bongkahan itu nempel di tubuhku nyaris tak ada penghalang. Tak ada ‘kain keras’ di antara kami. Masa sih ? Untuk memenuhi rasa penasaranku, tanganku yg sedang membelai rambut Lilis ‘mampir’ sebentar ke punggungnya. Hanya kain daster saja yg ada dipunggungnya.
Benar, Lilis tak mengenakan bra ! Aku lebih banyak berpikiran positif. Mungkin saja tadi dia sehabis mandi belum sempat memakainya. Tp menyadari ‘keadaan’ begini, sebagai lelaki normal tak urung ada yg menggeliat di balik celana pendekku. Lalu, kubiarkan pikiranku mengelana, kubayangkan bentuk bungkahan yg menekan dadaku, tentunya masih kencang sebab dia belum punya anak dan belum setahun ‘dipakai’, dgn putingnya yg kecil dan kecoklatan.
Imagi begini jelas saja membuat perangkat bawahku semakin mengencang. Tiba-tiba Lilis mengangkat kepalanya yg dari tadi ngumpet di dadaku. Ditatapnya mataku sejenak, lalu pandangan beralih ke tubuhku bagian bawah dan kemudian menatapku lagi. Aku yakin pantatnya telah merasakan perubahan yg terjadi di celanaku.
“Kang …….”bisiknya serak.
Pantatnya bergerak menggoyang, melumati kelaminku. Mendadak mulutku dipagutnya. Aku masih shok atas tindakannya ini sehingga bibirku pasif saja menerima sapuan bibirnya. Tp itu tak lama, hanya beberapa saat kemudian bibirku malah merespons lumatan bibirnya. Kami berciuman. Celakanya, entah bagaimana Aku jadi membayangkan bahwa yg sedang kuciumi ini adalah isteriku sehingga ciuman kami makin seru …. Aku sempat melayg-layg sampai suatu saat kesadaranku mendarat kembali ke bumi, ratio mengalahkan emosi. Aku dorong kepala Lilis menjauh, ciuman terlepas.
“Lis…. ?” Kulihat ekspresi wajahnya yg kaget sekejap.
“Kang …. maafkan saya …. tp saya butuh banget ….. butuh Kang …. udah lama banget menahan ….”
“Kamu sadar Lis?”
“Iya Kang, sadar bahwa saya sangat membutuhkanmu Kang …. ”
“Kenapa saya?” tanyaku lagi.
“Gak tahu Kang. Tubuhku ini udah lama membara …. Udah lama saya coba menahannya tp saya gak mampu Kang …. tolong Akang mengerti ….” Tanpa menunggu reaksiku Lilis kembali menciumiku.

Kami berpagutan lagi. Aku mulai menikmati. Kesadaranku berangsur menghilang….. Kemudian, ini gerakan refleks yg wajar dan biasa ketika sambil berciuman telapak tangan kananku mulai meremas-remas buah dada kirinya yg hanya tertutup daster. Daging yg sekal sesuai bayanganku tadi. Lilis melepas ciuman lalu mengerang sambil kepalanya mendongak menikmati remasanku. Bahkan erangannya mirip rintihan isteriku.
Cuma sebentar, kembali dia mengejutkanku, dgn sigapnya dia melepas kancing-kancing dasternya lalu menyodorkan dadanya ke mukaku. Dua bulatan kembar itu kini terhidang di depan hidungku. Putingnya kecil tp telah mengacung ke depan. Kuciumi buah dadanya, bergantian kanan dan kiri. Puting kecil itu memang keras. Jg gerakan wajar jika tanganku kemudian mulai membelai-belai pahanya, menyusup ke balik dasternya, merambat sampai pangkalnya.
Lagi-lagi Aku dibikin kaget. Hanya daster itulah satu-satunya pakaian yg melekat di tubuh sintal Lilis. Aku tadi tak memperhatikannya. Selangkangan berbulu halus itu telah membasah dan lembab. Lilis makin menggila ….
“Ayo Kang …. sekarang. Aku mohon ….” Rangsanganku sdh tinggi, tak ada lagi pikiran jernih, gelap mata.
Kubopong Lilis menuju kamarku, kurebahkan tubuhnya ke kasur. Secepat kilat Lilis melepas dasternya melalui kepalanya. Tubuh coklat langsing sekel itu kini telanjang bulat tergolek di kasurku. Kedua belah dadanya memang bulat dan menonjol dihiasi puting dan lingkaran aerola yg kecil menambah keindahannya. Bulu-bulu halus di bawah perutnya terlihat rapi tanda terawat. Tubuh itu kini gelisah, bergerak-gerak tak tentu. Pahanya sdh membuka lebar. Tunggu apa lagi?
“Ayo…Kang ….” Secepat kilat Aku memelorotkan celana pendekku sekaligus dalemannya.
Aku naik ke tempat tidur dan mengarahkan k0ntolku ke selangkangannya. Kebiasaanku kalo awal penetrasi lebih suka posisi misionarist, sebab Aku bisa melihat ekspresi wajah lawan mainku ketika k0ntolku mulai menusuk. Wajah dgn mata terpejam dan kepala sedikit mendongak adalah pemandangan paling eksotis. Kurebahkan tubuhku menindihnya. Lalu dgn gerakan agak kasar Aku menekan. Muka Lilis berkerut, dia menggigit bibirnya sendiri, ekspresi seperti orang yg sedang kesakitan. Benar saja …
“Aauuuww …. pelan-pelan Kang, saya udah lama banget engga …..” Memang, kepala k0ntolku serasa membentur tembok walaupun Aku yakin dia telah lembab.
“Oh …. sorry Lis…” Lalu dgn sabarnya Aku perlahan membuat gerakan-gerakan pendek maju-mundur untuk membuka ‘pintu’ yg sdh lama tak pernah dimasuki. Memang agak susah, harus perlahan dan bertahap.

Akhirnya seluruh batangku tertelan oleh memeknya. Mulailah Aku ‘memompa’, masih perlahan agar bisa lebih merasakan gesekan batangku dgn dinding-dinding liang memeknya. Milik Lilis begitu eratnya menjepit batangku, persis seperti milik isteriku pada awal-awal kami menikah.
Aku jadi teringat sewaktu berbulan madu dgn isteriku beberapa tahun lalu. Cerocohan ribut yg keluar dari mulut Lilispun sama. Beginilah rasanya. Hanya satu kata : nikmat ! Lalu Lilis ? Sulit kugambarkan. Gerakan tubuhnya begitu liar, ekspresi wajahnya begitu ekstasi manjadikan dia tampak lebih cantik dibanding biasanya. Itu tanda bagi wanita yg sedang merasakan nikmatnya bersenggama. Rasanya Aku bisa lebih lama bertahan memompa, mungkin karena tadi malam Aku sdh mengeluarkan dua kali ‘tabungan’ ke tubuh isteriku setelah tersimpan selama 3 hari di luar kota.
Hingga suatu saat …. Kedua tangannya mengunci amat erat di tubuhku dan tubuhnya kurasakan berguncang-guncang teratur beberapa kali. Aku lalu menghentikan pompaan, memberi kesempatan dia menikmati orgasmenya. Guncangan lalu melemah seiring melemahnya kuncian tangannya. Lalu tangannya rebah ke samping. Lilis terkapar ….
“Makasih Kang …. terima kasih….”katanya sambil menciumi wajahku.
“Gimana Lis….”
“Enak banget kang …..” Tubuhku masih telungkup menindih tubuhnya, punyaku yg masih tegang masih ‘tersimpan’ di dalam tubuhnya.

Aku masih tak bergerak walaupun Aku belum mencapai puncak. Sengaja untuk memberi waktu kepada Lilis untuk menyelesaikan puncak hubungan seks, orgasme. Karena Aku tahu berdasarkan pengalaman, wanita tak mau ‘diganggu’ bila sedang dalam masa puncak dan beberapa waktu setelahnya. Syaraf-syaraf pada alat kelaminnya menjadi amat sensitif ketika masa orgasme. Tp ketegangan k0ntolku mulai mengendur karena masa pause begini. Aku harus mulai memompa lagi untuk meningkatkan ketegangan batangku. Lalu Aku mulai gerakan dgn memundurkan k0ntolku sedikit dan menusuk lagi.
“Ooooohhhh….. Kang…”erangnya.
Aku terus saja. Memompa. Mulutnya mulai berkicau. Makin cepat. Gerakannya makin gila. Aku melambung Melayg…. Beberapa detik kemudian…. Aku sampai. Kutumpahkan semuanya ke dalam tubuhnya. Ya. Aku ejakulasi di dalam tubuhnya. Tak terpikirkan lagi untuk mencabutnya. Karena kedua kaki Lilis keburu menjepit erat pinggulku, dan lalu tubuhnya berguncang teratur seperti tadi. Beberapa saat berlalu baru Aku menyadari akan akibat penumpahan ke dalam liangnya.
“Lis…. Aku keluar di dalam….”
“Engga apa-apa Kang…. jangan khawatir”
“Maksudmu ?”
“Saya masih menyimpan spiral di dalam ….” Aku lega walaupun di kepala ini menumpuk banyak pertanyaan seperti mengapa dia nekat begini…. - Lilis Sepupu Istriku

Related Posts:

Bugil Terikat Di Ranjang

Bugil Terikat Di Ranjang - Mimpi apa semalam dapat beginian yg membuat asik, cepetan aja gak usah kebanyakan ngobrol kamu, mendingan buka jaket wanita itu, “siap boss, dimana salah satu preman itu menurunkan resleting jaketnya Sari dan preman yg lainnya memegang kaki Sari supaya tdk menendang, preman yg menurunkan resletingnya kaget karena saat membuka jaketnya Sari tdk memakai baju dan hanya berpakain jaket saja.


“ah,,yg bener lo Man,,”, si bos preman itu pun menutupi mulut Sari dgn tangan kirinya dan tangan kanannya bergerak menyusup ke dalam jaket Sari dan langsung meremas kencang payudara kiri Sari.

Ekspresi wajah Sari menunjukkan kalau Sari kesakitan akibat remasan kencang si bos preman di payudara kirinya. Preman yg memegangi kaki Sari tdk tahan hanya melihat kaki dan paha Sari yg putih mulus tanpa cacat sedikit pun. Jadi, preman itu mengelus-elus paha Sari dgn tangan kanannya. Lalu tangan preman itu terus bergerak hingga ke pangkal paha Sari.
“die jg gak pake celana dalem bos,,kayaknye die emang udeh siap buat dientot ni bos,,”.
“yaude,,lepasin jaketnye, Man,,biar ni cewek telanjang sekalian,,”.
“oke bos,,”. Ketiga preman itu jadi lengah sehingga otak Sari langsung bekerja untuk melepaskan diri dari 3 preman itu.

Sari mendorong kepalanya ke belakang sehingga mengenai wajah si bos preman.
“aarrgghh,,”, bos preman itu langsung menjauh dari Sari sambil memegangi hidungnya yg hampir patah karena terbentur bagian belakang dari kepala Sari. 1 preman sudah lepas, 2 more to go.
Sari mengangkat kaki kanannya sehingga lutut Sari langsung menghantam dagu preman yg memegangi kakinya. Preman itu langsung jatu terjerembab ke belakang. Still 1 preman standing. Sari langsung meninju preman yg tadi ditugasi melucuti jaket Sari.
Meski tinju Sari lemah, tp mampu membuat preman itu jg jatuh ke belakang karena preman itu berjongkok dgn sedikit berjinjit. Sari pun langsung mengambil langkah 2 ribu menjauhi 3 preman yg sedang kesakitan sambil berteriak minta tolong.
Ada orang keluar dari warung, Sari berlari ke arah orang itu, sambil berlari, Sari menarik resleting jaketnya ke atas lagi agar payudaranya tertutupi jaket.
“tolong pak,,saya mau diperkosa,,”, kata Sari sambil berlindung di belakang orang itu.
“mana Dek,,yg mau merkosa,,”, ujar orang itu sambil bertolak pinggang seperti jagoan.

3 preman itu muncul di hadapan abang pemilik warung dgn nafas mereka yg terengah-engah. Sari merasa sedikit tenang melihat si abang pemilik warung kelihatannya tdk gentar menghadapi 3 orang preman itu.
Tiba-tiba, trio preman itu langsung bergerak ke belakang si abang pemilik warung dan menangkap Sari.
“pak,,tolong saya,,”, pinta Sari dgn wajah sedihnya. Abang pemilik warung itu menoleh ke belakang.
“ah,,parah lo betiga,,udah gue kasih minuman,,malah gak ngajak gue pas mau merkosa cewek,,”, kata-kata yg keluar dari mulut si abang pemilik warung membuat Sari seperti tersamber petir.
“gimane mau ngajak lo Din,,die aje kabur,,”.
“kok bisa kabur?”.
“noh,,gara-gara si Maman buka jaketnye kelamaan,,”.
“bukan salah gue bos,,gara-gara si Bagus,,megangin kakinye gak bener,,”.
“enak aje,,lo,,bos Hari jg salah,,”.
“udeh,,udeh,,mending,,kite mulai aje,,ngerjain ni cewek nyg kayak bidadari ini,,”.
“bener juge ape kate lo,,Yo,,”. Akhirnya, nama mereka terungkap jg.

Si bos preman bernama Hari, si abang pemilik warung bernama Taryo, preman yg tadi memegangi kaki Sari bernama Bagus, dan preman yg terakhir bernama Maman.
“ngapain lo kabur tadi,,hah?!”, sebuah tamparan mendarat di pipi kanan Sari.
“udeh,,kite telanjangin aje nih cewek,,biar die kapok,,”. Dalam waktu sekejap, jaket Sari sudah dibuang jauh-jauh oleh Hari.
“buset,,bodynye bohay banget,,”, ujar Maman.
“liat tuh memeknye,,kayaknye,,masih perawan,,”.
“berarti gue yg merawanin,,”, kata Udin.
“enak aje lo, Din..gue bosnye disini,,”, balas Hari.
“tp,,ini kan warung gue,,”, balas Udin tak mau kalah.
“yaude,,lo yg merawanin,,tp kite gratis minum di warung lo satu minggu ye,,”, kata Hari.
“sip dah,,nyg penting bisa merawanin cewek,,”.
“jangan perkosa saya,,”, pinta Sari, air matanya pun mengalir keluar.
“diem lo !! ntar lo jg enak,,”, ejek Bagus.
“kite taro aje di bangku biar lebih enak,,”, usul Maman.
“bener jg lo Man,,”. Maman dan Bagus mengangkat tubuh Sari dan menaruh Sari di kursi panjang dari kayu yg biasa ada di warteg.

Bagus dan Maman mengangkat kaki Sari ke atas sehingga memek Sari yg ada di tepi ujung bangku benar-benar terekspos dgn sangat jelas.
Hari duduk di ujung bangku yg satunya, dia memegangi kedua tangan Sari sambil menikmati kelembutan dari bibir Sari yg tipis dan lembut. Sari tau kalau dia tdk bisa melakukan perlawanan lagi karena kali ini dia benar-benar tdk berdaya. Sari tdk tau apa yg akan terjadi pada memeknya karena pandangannya tertutupi leher Hari.
“gue jilat dulu ah,,pengen tau,,memeknye perawan manis ape nggak,,hehe,,”, ujar Udin.
Udin berjongkok di depan memek Sari dan menatp pemandangan indah di depannya bagai detektif yg memperhatikan dgn teliti untuk menemukan barang bukti.
“gak ade bulunye lagi,,jadi tambah napsu gue,,”, kata Udin.
“udeh,,cepetan lo Din,,ntar gantian,,”, kata Hari lalu Hari melanjutkan melumat bibir Sari lagi.
“sabar nape lo,,”. Udin mengelus-elus kedua paha mulus Sari hingga menyentuh pangkal paha Sari.

Lalu Udin mendekatkan wajahnya ke memek Sari. Udin semakin nafsu setelah melihat bentuk memek Sari yg masih sempurna serta wangi alami dari memek Sari yg dirawat dgn baik oleh Sari.
Udin menyapu belahan bibir memek Sari dari bawah ke atas dgn sekali sapuan saja. Sari menggelinjang karena sapuan lidah Udin seperti sengatan listrik yg mengalir di sekujur tubuhnya. Kemudian, Udin menggelitik klitoris Sari dgn lidahnya.
“mmmffhh,,”, desah Sari tertahan bibir Hari.
Bagus & Maman tdk hanya memegangi kaki Sari saja, tp masing-masing dari mereka jg ‘memegangi’ dan meremasi payudara Sari. Udin membuka bibir memek Sari sehingga dia bisa melihat bagian dalam dari memek Sari yg terlihat sangat menggiurkan karena masih merah merekah.
Lidah Udin sudah terselip di dalam lubang memek Sari. Udin membenamkan kepalanya ke selangkangan Sari agar Udin bisa memasukkan lidahnya lebih dalam ke memek Sari. Sari memang menolak, tp dia tdk bisa menygkal tubuhnya yg dgn senang hati menerima serangan lidah Udin.
“nnggffhh,,,”, suara lenguhan Sari yg masih tertahan bibir Hari.
Tubuh Sari menjadi tegang karena dia sedang mengalami orgasme.
“ssuurpp,,slluurrp,,”, Udin tdk menyia-nyiakan satu tetes pun hingga cairan memek Sari tak bersisa.
“gimane Din?”, tanya Bagus.
“maknyus,,enak banget,,manis ‘n gurih,,”, jawab Udin.
“namanye jg memek perawan,,”, ujar Maman.
“gantian lo Din,,”, kata Hari.
“okeh,,”. Hari & Udin bertukar posisi.

Mereka bergantian menjilati memek Sari hingga masing-masing mereka telah mencicipi cairan memek Sari. Sari sudah pasrah karena tenaganya habis setelah 4x orgasme. Sekarang, Udin berhadapan dgn memek Sari lagi dgn celananya yg sudah melorot sehingga k0ntol Udin terbebas keluar dari sangkarnya.
“akhirnye,,****** gue bisa ngerasain memek perawan jg,,”, ujar Udin. Udin sudah sangat bersemangat ingin segera menghujamkan k0ntolnya ke dalam memek Sari.
“hoi !!”, teriak seseorang. 4 orang itu menengok ke arah sumber suara yg mereka dengar.
“siape lo?!”, tanya Udin.
“jangan ganggu dia !!”, teriak orang itu. Udin bergegas memakai celananya lagi.
“mao jadi jagoan lo?”. Bagus & Maman melepaskan kaki Sari dan maju bersama Udin ke arah orang itu sementara Hari mengikat kaki & tangan Sari dgn tali rafiah yg Hari ambil dari warung Udin.
“lo semua,,jangan ganggu tuh cewek !!”, kata orang itu.
“oh,,lo mao jadi jagoan lo yee,,”, kata Hari yg bergabung dgn Udin, Bagus, dan Maman.
“nyari mati die,,kite matiin aje nih orang,,biar kite bisa ngentotin perawan,,”.
“Gus,,Man,,maju lo bedua,,hajar ampe mampus nih jagoan kemaleman,,”, perintah Hari.
“oke bos,,”, jawab Bagus & Maman maju mendekat ke orang itu.

Bagus menyerang duluan, dia melaygkan tinju kanannya ke arah orang itu. Orang itu menangkis dgn tangan kanannya, lalu segera menendang perut Bagus dgn cepat.
Meski hanya 1 kali tendangan, Bagus langsung sujud sambil memegangi perutnya dan meringis kesakitan. Maman menyerang orang itu dari belakang dgn melaygkan sebuah pukulan.
Tp, dgn cekatan orang itu menghindar ke kiri lalu menggerakkan siku tangan kanannya untuk mengenai perut Maman. Maman langsung kesakitan karena hantaman siku orang itu begitu kuat. Orang itu langsung melakukan tendangan berputar ke belakang dan mengenai wajah Maman sehingga Maman langsung terlempar ke samping.
“sialan lo !!”, Hari & Udin langsung maju menyerang orang itu.
Tp, orang itu melaygkan 2 jurus tendangan saja, Udin dan Hari langsung kesakitan.
“awas lo ye,,!!”, ancem Hari sambil kabur.
Udin, Bagus, dan Maman jg lari dgn sangat kencang. Orang itu mendekati Sari yg tdk berbusana dan tdk berdaya karena kaki & tangannya terikat ke bangku.
“lo gak apa-apa?”, kata orang itu sambil melepaskan ikatan di kaki dan tangan Sari.
“terima kasih,,”, jawab Sari masih lemah.
“nih,,pake jaket gue,,”, orang itu memakaikan jaketnya ke Sari setelah Sari duduk di bangku.
“terima kasih Mas,,”.
“kenalin nama gue Eno,,”.
“nama saya Sari,,”.

Ternyata, Eno adalah sabuk hitam dalam Taekwondo sehingga tdk heran dia mengalahkan 4 orang tadi dgn sangat mudah meskipun wajah Eno tdk mendekati kata ganteng sedikit pun.
“ngapain lo malem-malem ada di luar?”.
“saya baru dateng dari desa Mas,,”.
“oh,,pantes aja,,mukanya masih lugu,,terus sekarang mana celana kamu? masa gak pake celana kayak gini,,”.
“gak tau Mas,,”.
“yaudah,,lo pake celana training gue aja,,”, kata Eno menyerahkan celana trainingnya yg dia ambil dari dalam tasnya.
“makasih Mas,,”.
“lo mau kemana sekarang?”.
“mm,,saya mau ke rumah saudara saya,,”, Sari berbohong.
“mau gue anter?”.
“ah,,gak usah Mas,,saya jalan sendiri saja,,”, Sari menolak tawaran dari Eno karena dia sudah tdk percaya kepada laki-laki.
“yaudah,,tp gue anterin ke tempat yg lebih rame ya?”.
“apa gak ngerepotin?”.
“gak apa-apa,,yuk,,”. Eno berjalan ke motornya yg diparkir agak jauh dari warung.

Sari memakai celana training Eno sehingga akhirnya, memek Sari tertutup jg.
Eno datang mendekati Sari dgn mengendarai motornya.
“ayo,,naik,,”.
“iya Mas,,”. Sari naik membonceng di belakang lalu Eno memacu motornya menjauhi warung itu menuju ke tempat yg lebih ramai.
“makasih ya Mas,,”, Sari turun dari motor.
“lo gak pake alas kaki ya dari tadi?”.
“iya,,Mas,,ilang,,”.
“oh,,kalo gitu pake sendal gue aja,,nih,,”.
“ntar Mas gimana?”.
“udah,,gak apa-apa,,pake aja,,tp beneran lo gak apa-apa jalan sendiri?”.
“iya Mas,,gak apa-apa,,makasih banyak udah nyelametin saya Mas,,”.
“yaudah deh,,gue duluan ya,,ati-ati lo,,”. Eno pun pergi meninggalkan Sari karena dia ada urusan penting.

Sari berjalan sendiri lagi, tp kali ini dia memakai celana untuk menutupi bagian bawah tubuhnya dan sendal untuk melindungi kakinya.
Tenaga Sari tinggal seperempat saja sehingga Sari hanya mengikuti kakinya tanpa tau arah & tujuan. Kakinya membawa Sari ke sebuah komplek perumahan yg lumayan elit. Seperti komplek lainnya, ada pos satpam dan portal sebelum masuk ke komplek, tp kelihatannya satpamnya sedang tdk ada.
Sari masuk ke daerah komplek itu dgn langkah gontai karena dia sudah sangat lemas. Battery empty, please recharge. Tenaga Sari sudah benar-benar tdk tersisa lagi kali ini sehingga Sari jatuh pingsan di depan sebuah rumah yg besar.
Dgn mata yg samar-samar, Sari melihat ada seseorang yg mengangkat tubuhnya. Setelah itu, Sari sudah tak sadarkan diri. Saat bangun, Sari sudah berada di atas ranjang yg sangat empuk. Dia meregangkan tubuhnya alias ngulet.
Battery full. Badan Sari sudah benar-benar segar sehabis tidur sehingga Sari memutuskan untuk bangun dari ranjang. Kamar itu begitu besar, luas, dan penuh dgn barang yg keliatannya mahal. Sari tdk berani menyentuh apa-apa karena takut ada yg pecah.
Sari berjalan menuju ke pintu kamar yg sangat besar. Sari membuka pintu kamar itu dan berjalan keluar dari kamar. Sari menjelajahi rumah yg lumayan besar itu dan mencari si pemilik rumah yg mungkin tadi telah membawanya masuk ke dalam rumah.
Tp, meski dicari kemana-mana, Sari tdk menemukan siapa-siapa di rumah itu. Jadi, Sari hanya duduk di sofa yg ada di ruang tamu. Tiba-tiba Sari mendengar suara pintu terbuka. Seorang bapak masuk ke dalam ruang tamu.
“eh,,kamu udah bangun?”.
“bapak siapa?”, tanya Sari ketakutan.
“nama bapak,,Dirman,,kamu?”.
“nama saya Sari,,kenapa saya ada disini?”.
“tadi kamu pingsan di depan rumah bapak,,jadi bapak bawa kamu ke dalem rumah,,”.
“maaf,,saya ngerepotin bapak,,”.
“kenapa nak Sari bisa pingsan?”.
“saya kesasar,,”.
“oh,,kalo gitu,,nak Sari tinggal disini aja dulu,,”.
“aduh,,maap pak,,saya gak mau ngerepotin,,”.
“gak apa-apa,,pasti kamu lapar,,udah lah,,malem ini nak Sari tinggal disini dulu,,”.
“tp kalau saya tinggal disini,,apa istri bapak gak apa-apa?”.
“oh,,nak Sari tenang saja,,istri bapak sudah gak ada,,”.
“oh,,maap Pak,,saya gak bermaksud,,”.
“ah,,gak apa-apa,,ayo nak Sari,,kita makan,,”.
“gak usah Pak,,”.
“kruukk,,,~~”, bunyi dari perut Sari yg keroncongan membuat Sari tersipu malu.
“tuh kan,,udah ayo kita makan,,”, Pak Dirman menarik tangan kanan Sari dan membawanya ke ruang makan.

Sambil berjalan ke ruang makan, pikiran Sari bercabang menjadi 2. Yg satu, Sari deg-degan dan khawatir dgn Pak Dirman yg duda karena Sari teringat kejadian bersama ayah angkatnya.
Sedangkan, pikiran Sari yg lain mengatakan kalau dia pergi malam ini, dia bakal kelaparan dan mungkin dia akan diperkosa oleh preman-preman yg sedang mabok. Jadi, Sari telah memilih untuk tinggal di rumah itu untuk semalam.
“gue nginep disini dulu deh,,kayaknya ni bapak gak punya pikiran macem-macem,,”, pikir Sari.
Pak Dirman memang terlihat seperti bapak yg baik, tp who knows?.
“makanan sudah siap Pak,,”, sapa orang yg ada di dekat meja makan.
“oh,,makasih To,,kamu sudah makan, To?”.
“saya mah gampang, Pak,,saya permisi dulu ke belakang ya Pak,,”.

Parto berjalan keluar dari dapur.
“ayo,,nak Sari,,mari makan,,”.
“gak apa-apa nih Pak Dirman?”.
“gak apa-apa,,hayo cepet,,mumpung masih anget,,”. Pak Dirman duduk lebih dulu, disusul Sari yg masih agak malu-malu duduk di meja makan.
“ayo Sari,,gak usah malu-malu,,ayo makan,,”.
“iya Pak,,”. Pak Dirman mulai mengambil makanan sedangkan Sari hanya sedikit mengambil makanan karena Sari masih agak malu-malu.
“mmmm,,Pak Dirman,,saya boleh numpang ke kamar kecil?”.
“oh boleh,,nak Sari terus aja terus belok kiri,,nah ruangan yg ada di kanan,,itu wc,,”.
“makasih Pak,,saya permisi dulu,,”.
“oh ya,,ya,,silakan,,”. Sari mengikuti arahan petunjuk dari Pak Dirman sehingga dia bisa menemukan kamar mandi.

Setelah buang air kecil, Sari mencuci tangannya di wastafel sambil menatap kaca yg ada di depannya.
Sari melihat bayangan seorang gadis berparas cantik dgn kulit wajah putih merona. Bayangan itu tak lain dan tak bukan adalah dirinya sendiri.
Damn, my beautiful face. Sari berpikir kalau saja wajahnya tdk cantik mungkin hidupnya tdk seperti sekarang, mungkin dia akan hidup bahagia. Tp, apa mau dikata. Wajah tdk bisa diganti, operasi plastik tdk mungkin Sari lakukan karena kantongnya hanya berisi angin saja alias boke’. Sari kembali lagi ke ruang makan dan duduk kembali di bangkunya.
“ayo nak Sari,,makan lagi,,”.
“aduh,,saya udah kenyg Pak,,”, kata Sari sambil meminum sisa air minumnya.
“bener nak Sari udah kenyg? gak mau nambah?”.
“makasih,,Pak,,saya udah kenyg banget,,”, Sari merasa matanya berat sekali dan mati-matian melawan rasa kantuk yg tiba-tiba menyerangnya.

“padahal gue baru tidur,,kenapa gue udah ngantuk lagi?”, tanya Sari dalam hati. Sari mengucek-ngucek matanya.
“kenapa? nak Sari ngantuk?”.
“iya nih Pak,,padahal saya baru istirahat,,”.
“ya sudah,,Parto !!”, Pak Dirman memanggil Parto. Dalam waktu sebentar, Parto sudah datang.
“ada apa Pak?”.
“tolong antarkan Sari ke kamarnya,,”.
“baik, Pak,,”.
“mari,,nona Sari,,saya tunjukkan kamarnya,,”.

“terima kasih Mas Parto,,Pak Dirman,,maaf,,saya tidur duluan,,”.
“oh,,ya,,gak apa-apa,,nak Sari emang harus istirahat,,”.
“saya permisi dulu ya Pak Dirman,,makasih banget,,udah bolehin saya makan,,”.
“udah,,nak Sari istirahat sana,,”. Sari berjalan di belakang Parto menuju ke kamarnya.
“disini,,kamarnya nona,,”, Parto membuka pintu sebuah kamar yg dalamnya lumayan mewah.
“terima kasih,,Mas Parto,,”. Sari masuk ke dalam kamarnya sementara Parto pergi meninggalkan Sari.
“akhirnya,,”, baru saja Sari mengambrukkan tubuhnya ke kasur, dia langsung tertidur.

Ternyata, ada yg memasukkan obat tidur ke dalam minuman Sari. Obat tidur itu bereaksi dgn cepat, namun hanya sebentar membuat orang tertidur mungkin hanya 1-2 jam saja.
Sari terbangun dan menyadari kalau dia sama sekali tdk bisa menggerakkan kaki & tangannya. Tangan Sari terikat ke tiang ranjang dan kaki Sari terikat ke tiang ranjang yg lain sehingga kini, Sari dalam posisi X.
“tolong,,!!”, teriak Sari kencang.
Seseorang langsung masuk ke dalam kamar Sari.
“tolong saya,,Pak Dirman”, pinta Sari dgn cemas.
Pak Dirman mendekat ke arah Sari yg telanjang dan terikat ke ranjang.
“tolo,,”, Sari berhenti meminta tolong ke Pak Dirman karena dia melihat Pak Dirman tersenyum licik dan tatapan matanya bagai srigala lapar.
“tol,,mmffhh,,”, mulut Sari langsung dibukam oleh Pak Dirman.
“gak nygka,,malem-malem,,dapet rejeki nomplok,,”. Pak Dirman naik ke atas ranjang dan duduk di depan selangkangan Sari yg terbuka lebar.

Pak Dirman menindih tubuh Sari lalu Pak Dirman melepaskan bungkaman di mulut Sari.
Kemuan Pak Dirman langsung membungkam mulut Sari lagi, tp kali ini dgn mulutnya. Pak Dirman mengulum bibir atas dan bibir bawah Sari. Lalu Pak Dirman melumat bibir Sari habis-habisan sambil terus memainkan lidahnya di dalam rongga mulut Sari. Sari sadar dia tdk bisa melawan seperti kejadian-kejadian sebelumnya sehingga Sari sudah pasrah apa yg akan terjadi nantinya.
Pak Dirman benar-benar mencumbu Sari sepuas-puasnya karena Pak Dirman terus melumat bibir Sari dgn sangat bernafsu. Setelah puas menikmati bibir Sari, Pak Dirman bangkit dari atas tubuh Sari.
“badan kamu bagus banget,,”.
“tolonngg !!”.
“percuma kamu minta tolong,,mending kamu pasrah aja,,”. Pak Dirman mencengkram kedua buah payudara Sari yg bentuknya sangat indah itu.

Pak Dirman meremas-remas kedua buah payudara Sari sambil sesekali mencubit payudara Sari. Lalu Pak Dirman mendekatkan wajahnya ke payudara Sari, dia mulai menciumi, menggigiti, mencupangi, dan menjilati kedua buah payudara Sari beserta putingnya.
“oouuummhh,,”, sebuah desahan keluar dari mulut Sari.
Wajah Sari merah seperti kepiting rebus karena dia tdk bisa menahan malu, tadi dia menolak mati-matian, tp kini dia malah mengeluarkan desahan karena Sari tdk bisa mengingkari betapa nikmatnya lidah Pak Dirman yg menari-nari di payudaranya.
Pak Dirman menurunkan ciumannya ke perut Sari. Pak Dirman mencucuk-cucukkan lidahnya ke pusar Sari. Lalu Pak Dirman menciumi perut Sari terus ke bawah hingga akhirnya sampai jg di lembah kenikmatan milik Sari.
“wangi,,wangi sekali,,”, komentar Pak Dirman setelah dia menghirup aroma wangi yg semerbak di daerah selangkangan Sari.
Pak Dirman turun dari ranjang, dia membuka ikatan kaki kiri Sari lalu Pak Dirman mengikat kaki kiri Sari lebih tinggi lagi kemudian Pak Dirman jg melakukan hal yg sama ke kaki kanan Sari sehingga sekarang kaki Sari menjulang ke atas bagai huruf V.
“nah,,kalo gini kan lebih gampang,,”. Pak Dirman naik lagi ke atas ranjang dan posisi kepalanya sudah berada di antara paha putih nan mulus Sari.
Pak Dirman memulai dgn mengecup klitoris Sari berulang kali sehingga sebagai respon, tubuh Sari menggelinjang.
“sekarang enak kan? makanya,,kamu gak usah ngelawan lagi,,”, ejek Pak Dirman.
Sari merasa seperti wanita murahan karena dia begitu menikmati lidah Pak Dirman yg sekarang sudah menjelajahi sekitar memeknya.
“mmmhhh,,”, desah Sari pelan.
Pak Dirman melebarkan kedua bibir memek Sari sehingga Pak Dirman bisa melihat bagian dalam dari memek Sari yg masih terlihat merah menggoda.
“jangan-jangan kamu masih perawan ya? beruntungnya malem ini,,”. Lidah Pak Dirman sudah mengaduk-aduk liang memek Sari.
“ooohhhh,,!!”, erang Sari mendapatkan orgasmenya.
Pak Dirman tdk percaya dgn rasa cairan memek Sari. Manis, gurih, dan sedikit rasa asin tercampur dgn komposisi yg sangat pas sehingga Pak Dirman mengais-ngais sisa cairan memek Sari hingga tak ada sisa setetes pun.
Tonjolan di celana Pak Dirman sudah sangat besar yg menandakan kalau Pak Dirman sudah horny berat. Pak Dirman langsung melucuti pakaian dan celananya sendiri sampai perutnya yg buncit bisa dilihat oleh Sari. Sari sangat kaget melihat apa yg mengacung tegak di bawah perut Pak Dirman.
K0ntol pertama yg Sari lihat adalah k0ntol ayah angkatnya, dan k0ntol Pak Dirman lebih besar.
“jangan,,”, lirih Sari pelan.
Pak Dirman tdk mengindahkan Sari, Pak Dirman malah sudah bersiap-siap mencoblos memek Sari. Kepala k0ntol Pak Dirman sudah berada di depan lubang memek Sari.
“tidaakk,,!!”, teriak Sari dgn suaranya yg lemah lembut.
Air mata Sari mengalir dari kedua matanya karena Sari tau kalau keperawanannya sudah tak terselamatkan lagi karena dia tdk bisa melakukan perlawanan. Pak Dirman mendorong k0ntolnya ke dalam memek Sari. Perlahan tp pasti, k0ntol Pak Dirman menyusup masuk ke dalam memek Sari.
“uugghh,,sempithh,,”, celoteh Pak Dirman sambil menekan k0ntolnya ke dalam memek Sari yg sangat kuat menjepit k0ntol Pak Dirman karena memek Sari masih sempit dan rapet..pet..pet. Good bye virginity, welcome paradise.
Sari merasakan ada yg robek di dalam memeknya.
“nngghh,,,”, Sari terus menangis sambil meringis kesakitan yg luar biasa karena Sari merasakan memeknya seperti terbakar dan melebar hingga semaksimal mungkin.
K0ntol Pak Dirman sudah sepenuhnya berada di dalam memek Sari, Pak Dirman merasakan liang memek Sari memijit & menjepit k0ntolnya dgn sangat kuat.
“oohh,,enak banget,,”, desah Pak Dirman.
Lalu Pak Dirman melihat ke arah k0ntolnya, ada sedikit darah yg menyelip keluar dari memek Sari.
“ternyata,,kamu bener-bener masih perawan ya,,gak nygka,,saya beruntung banget malam ini,,”. Sari hanya menangis saja.
“kalo gitu,,maennya pelan-pelan aja ya,,”. Pak Dirman mulai memaju-mundurkan pinggulnya dgn sangat pelan.

“heenngghh,,”, Sari masih merasakan pedih sekaligus sedih.
Sekarang k0ntol Pak Dirman keluar masuk memek Sari lebih cepat dari sebelumnya dan terus bertambah cepat hingga mungkin 8 kali/detik. Sambil mengaduk-aduk memek Sari yg luar biasa sempit itu, Pak Dirman membelai kedua buah payudara Sari dgn lidahnya.
“uummmhhh,,”, Sari mendesah karena rasa pedih yg dia rasakan sudah hilang sehingga hanya tinggal rasa nikmat saja yg Sari rasakan.
Air mata Sari pun sudah tdk keluar lagi karena mata Sari sudah kering.
“nah,,mulai enak ya?”, ejek Pak Dirman melihat Sari yg mulai keenakan. Rasa malu dan hina menyerang Sari sehingga Sari menolehkan kepalanya ke kiri dan menutup matanya, tp Sari tdk bisa berhenti mendesah karena itu adalah lolongan jiwanya.
Pak Dirman menciumi leher Sari membuat Sari merinding karena geli.
“aaahhh,,”, aliran listrik menjalar di sekujur tubuh Sari yg menandakan kalau dia sudah mencapai orgasme pertamanya.
“ccppllkk,,ccppllkk,,”, suara k0ntol Pak Dirman yg keluar masuk memek Sari yg kini sudah becek gara-gara cairan memek Sari sendiri.
Jepitan memek Sari dan rasa hangat dari cairan memek Sari membuat Pak Dirman betah membiarkan k0ntolnya berlama-lama di dalam memek Sari sehingga Pak Dirman menggenjot memek Sari dgn tempo yg lambat.
“ooohh,,yeesshh,,”, erang Pak Dirman karena dia sedang menembaki rahim Sari dgn spermanya.
Pak Dirman benar-benar puas menikmati permainannya dgn Sari yg baru saja selesai. Meskipun berkeringat, tp tubuh Sari tetap mengeluarkan aroma wangi yg enak untuk dihirup.
“ploop,,”, Pak Dirman mencabut k0ntolnya dari memek Sari. Cairan merah muda langsung meleleh keluar dari memek Sari.
Cairan merah muda itu dihasilkan dari campuran darah keperawanan Sari, cairan memek Sari, dan sperma Pak Dirman yg tercampur dgn rata di dalam memek Sari.
“wah,,udah jam 2 malem,,besok harus bangun pagi,,kita lanjutin besok ya,,hehe”, kata Pak Dirman sambil mencubit pipi Sari yg halus itu.
Lalu Pak Dirman meninggalkan Sari yg masih terikat ke ranjang. Sari menangis lagi karena keperawanannya baru saja direnggut oleh Pak Dirman, orang yg baru saja dia kenal, mending kalau ganteng, wajah Pak Dirman sama sekali tdk ada sisi bagusnya.
Pak Dirman kembali lagi ke kamar Sari.
“saya lupa,,”. Pak Dirman memegang dildo yg besar di tangan kanannya dan memegang lakban serta gunting di tangan kirinya.
Pak Dirman mendekat ke Sari, lalu Pak Dirman menancapkan dildo ke memek Sari.
“nnghh,,”, Sari menahan pedih karena dildo itu lumayan besar.
Batang dildo itu sudah tertanam di dalam memek Sari, lalu Pak Dirman menekan tombol on yg ada di pangkal dildo.
“mmmppphhhh,,”, Sari mendesah ketika dildo itu mulai bergerak-gerak dan berputar-putar di dalam memeknya. Pak Dirman menutupi pegangan dildo itu dgn lakban secara horizontal & vertical sehingga membentuk tanda ‘+’.
“selamat tidur ya,,bidadari cantik,,hehe,,”, Pak Dirman meninggalkan Sari yg terikat ke ranjang dgn dildo yg mengobok-obok memek Sari.
Orgasme demi orgasme Sari dapatkan dari dildo yg terus mengobok-obok memeknya semalaman sampai-sampai tenaga Sari habis sehingga Sari pun pingsan.
Lakban membuat dildo itu tdk bisa bergerak kemana-mana sehingga dildo itu tertancap di memek Sari sampai keesokan pagi. Tiba-tiba pintu kamar Sari terbuka, dan masuklah seseorang yg sudah tdk asing lagi ke dalam kamar Sari.
“hehehe,,”, orang itu tersenyum licik melihat tubuh putih mulus Sari yg terbaring lemah & tdk berdaya di atas ranjang.
“bakalan puas nih,,hehehehehehe,,”. - Bugil Terikat Di Ranjang

Related Posts: