Pembantu Dirumah Pacarku

Pembantu Dirumah Pacarku - Kisah ini berawal 6-7 bulan yg lalu, saat itu saya bermaksud menjemput pacar saya di rumahnya, namun sesampainya di rumahnya ternyata kosong, hanya ada pembantu bernama S yg ada di rumah. S yg berusia jauh lebih tua dari saya ini bertubuh kecil, hitam, berparas cantik dan mempunyai bentuk payudara yg menarik (walaupun kecil tapi bentuknya tegak ke depan.


Saat itu saya menunggu pacar saya pulang dari kerjanya, kemudian S minta tolong saya untuk mengangkat meja ke ruangan sebelahnya bersama dengannya. Untuk mengangkat tentunya kami harus membungkuk, dan pada saat itu S yg menggunakan pakaian batik membungkuk untuk mengangkat meja tersebut di hadapan saya.
Saat itulah saya menyaksikan 2 gunung kembar yg bergantungan di dalam BH berwarna hitam. Secara refleks, ‘adik’ saya langsung bangkit dan saya terus memperhatikan pemandangan tersebut sampai akhirnya S menyadari bahwa saya sedang memandangi payudaranya. Secara refleks S langsung menutup pakaiannya itu dan tersipu malu. Saya bersikap pura-pura tdk mengetahui kejadian tersebut. Itulahawal dari cerita ini.
Sejak saat itu apabila ada kesempatan S memperlihatkan payudaranya di depan saya, entah waktu dia sedang mengepel lantai atau sedang membungkuk selalu dengan secara sengaja dia memperlihatkannya di depan mata saya.
Dalam pikiran saya sudah berkecamuk pikiran untuk dapat meremas payudara tersebut, namun kemudian rasa khawatir
muncul lagi karena dia adalah pembantu yg bekerja di tempat pacar saya, bagaimana nanti kalau sampai ketahuan?

Persisnya, hari Sabtu di bulan Oktober saya ke rumah pacar saya lagi untuk mengambil barang yg tertinggal di sana (pada waktu itu pacar saya dan keluarganya sedang ke kota S untuk acara pernikahan keluarga).
Otomatis pada saat itu di rumah pacar saya hanya ada S seorang diri, saya pun segera masuk ke ruangan di mana saya
meninggalkan barang saya. Kemudian saya bermaksud untuk segera pulang dan memanggil S untuk membukakan pintu bagi saya. Namun setelah saya panggil berulang kali tdk ada jawaban, saya beranikan diri untuk menuju kamarnya untuk memanggil dia.

Pada saat saya sudah berada di depan kamar dan berusaha mengintip ke dalam kamar, saya melihat dia sedang melepaskan baju atas yg dipakainya sehingga hanya memakai BH warna hitam dan rok warna coklat. S agak terkejut melihat saya sudah berada di depan kamarnya dan langsung berusaha untuk menutupi bagian depan dari tubuhnya.
Saya yg sudah terlanjur di depan kamar pun tdk kalah kagetnya melihat S dengan pakaian yg minim. Kami saling berpandangan dan tanpa dapat berkata apa-apa satu sama lain.
Akhirnya saya beranikan untuk maju dan mencoba untuk menyentuh payudaranya, ternyata S hanya diam saja, sehingga akhirnya saya peluk dia dari belakang (bau tubuhnya sangat wangi karena kelihatannya S habis mandi dan keramas). Kedua tangan saya secara otomatis terarah ke payudaranya yg masih tertutup BH hitam, saya coba mengelusnya dan saya berusaha memasukkan tangan saya ke dalam.
Ternyata sesuai dugaan saya, putingnya sudah mengeras dan memanjang. Saat saya pilin, S mengeluarkan suara,
“Ah.. ah.. ahh..” sehingga menimbulkan rangsangan yg hebat bagi saya.
Saya terus memilin putingnya sambil menciumi tengkuknya dari belakang. Adegan tersebut berlangsung selama kurang lebih 5 menit, kemudian S melepaskan tangan saya dari payudaranya dan berbalik menghadap saya, kaos yg saya pakai mula-mula dilepaskannya, kemudian menyusul celana pendek yg saya pakai sehingga sekarang saya tinggal menggunakan celana dalam saja dengan gundukan di tengah yg cukup besar.
Gundukan tersebut dielus dengan gerakan tangan yg sangat merangsang sehingga rasanya k0ntol saya sudah berdenyut- denyut.
Kemudian setelah puas dengan elusannya, S melepaskan celana dalam saya dan berkata,
“Untuk ukuranmu kontolmu cukup gede juga ya..” sehingga tampaklah k0ntol saya yg sudah tegang.
Dengan posisi berjongkok, S terus mengocok k0ntol saya dan kemudian memasukkan k0ntol saya ke dalam mulutnya. Perasaan saya semakin berdebar-debar, apalagi ditambah dengan kenikmatan kuluman k0ntol saya di mulut S.
S masih terus mengulum k0ntol saya dan kadang ditambah dengan meremas payudaranya sendiri. Setelah kurang lebih 10 menit, saya angkat dia sehingga sekarang dalam posisi berdiri. Saya tidurkan dia di ranjang dan saya mulai menciumi dia di wajahnya, kemudian dilanjutkan dengan berpagutan, lidah kami saling memasuki mulut masing-masing, sehingga menambah gairah kami.
Kemudian ciuman mulai saya turunkan ke arah leher dan payudara. Melihat puting yg tegak menghadap ke atas itu saya menjadi gemas dan segera saya kulum dan saya gigit dengan pelan, S kelihatan sangat terangsang, terlihat dari gerakan-gerakan dia yg mulai tdk teratur dan napasnya yg tersengal- sengal.
Putingnya masih saya gigit sampai 5 menit kemudian, dan tangan kanan saya mulai menuju ke bagian bawah. Rok yg masih digunakan saya minta untuk dilepas sehingga sekarang tampaklah celana dalam warna hitam dengan bentuk yg sangat kecil, sehingga menambah rangsangan bagi saya. Tangan kiri saya masih sibuk memilin putingnya, sedangkan tangan kanan saya mulai bergerilya ke bagian dalam celana dalamnya.
Begitu memasuki celana dalamnya, terasa ada rambut- rambut keriting yg sudah sedikit basah, saya coba gosok- gosok terus bagian tersebut sambil saya pilin putingnya. S terus mendesah,
“Ah.. shh.. shh.. enak sekali Mas..! Yg lebih cepat..!” Saya tingkatkan gosokan tangan kanan saya di memeknya.
Dan setelah beberapa saat saya berhenti, S yg kelihatannya hampir orgasme melihat saya dengan wajah kecewa. Tapi kemudian saya segera mengangsurkan mulut saya ke memeknya setelah sebelumnya celana dalamnya saya copot. Tampaklah bagian V yg sangat indah, bulu-bulu kecil keriting dipotong dengan rapih mengikuti jalur V-nya.
Saya segera menciumi bagian tersebut (sebelumnya saya merasa jijik untuk mencium memek cewek) dan saya menuju
ke daerah klitorisnya, saya temukan klitorisnya dan saya jilati dengan lidah sayadengan cepat. S semakin tdk karuan.

Menggelinjang ke sana kemari dan mengeluarkan suara-suara yg semakin keras.
“Lebih cepat Mas, lebih cepat..! Ah.. shh.. saya ndak tahan udah mau keluar..!”
Mendengat itu saya semakin bersemangat untuk menjilati klitorisnya sambil kadang meremas payudaranya. Tdk lama kemudian akhirnya menyemprotlah cairan kenikmatan dari lubang memeknya dan S kelihatan sangat puas sekali. Setelah itu S duduk dan saya diminta untuk tiduran di ranjangnya, dengan sangat seksi dia mulai menciumi dada saya, perut saya dan akhirnya sampai jugalah ke k0ntol saya yg sudah ereksi sedemikian hebat.
S mulai mengulum lagi k0ntol saya, mula-mula dengan pelan namun lama kelamaan semakin bertambah cepat sehingga saya merasakan akan ada sesuatu yg muncrat dari k0ntol saya.
“S saya mau keluar nih..! Ah..!” S kemudian mengeluarkan k0ntol saya dari dalam mulutnya dan mengepitkan k0ntol saya di antara kedua dadanya.
Dengan gerakan naik turun S mengocok k0ntol saya dengan kedua payudaranya. Akhirnya pertahanan saya jebol juga.
“S.., saya keluar, ah..!” Rasanya seperti terbang ke awang-awang, nikmatnya k0ntol saya dipegang oleh cewek (biasanya saya hanya melakukan onani sambil melihat gambar atau film BF).
Setelah itu kami berbaring di ranjang karena kelelahan. S bercerita ke saya bahwa dia sudah lama ingin melakukan hubungan seks dengan saya, apalagi setelah dia bercerai dengan suaminya. Sambil bercerita, tangan S mulai meraba k0ntol saya lagi sehingga mau tdk mau k0ntol saya kembali tegak menantang. Melihat itu S berkata,
“Saya masukkan ke memekku ya Mas..? Mas mau di bawah atau di atas?”
Saya jawab saya di bawah saja, jadi dapat melihat dan meremas payudaranya. S berkata,
“Mas kok nakal sih..? Ntar kan sakit..!” Kemudian S mulai bangkit dan pelan-pelan ke atas saya dan memasukkan k0ntol saya ke dalam lubang memeknya.
Mulanya terasa seret sekali, namun akhirnya dapat juga k0ntol saya (ukuran nya tdk terlalu panjang mungkin sekitar 14 cm saja) memasuki liang senggamanya.
S mulai menggoyg pinggulnya di atas saya dan saya mulai merasakan kenikmatan itu. Saya sudah membaygkan kenikmatannya waktu melihat film BF, namun saya tdk berani mempraktekkannya. Goygan pinggul S membuat payudaranya tergoncang- goncang ke kiri dan ke kanan. Saya yg berada di bawahnya sangat terangsang melihat hal itu, tangan saya mulai meremasnya.
“S susumu kok bagus banget toh, belum pentilnya yg gede banget (waktu itu putingnya sudah dalam ukuran maksimal dan warnanya merah sekali, mungkin karena saya gigit tadi)” Semakin lama goygan S semakin cepat dan S sudah mendapat orgasmenya yg kedua.
Setelah itu kami berganti posisi, saya duduk di ranjang dan dengan posisi berhadapan saya minta S memasukkan k0ntol saya ke lubang memeknya.
“S cepet..! Aku udah ndak tahan nih..! putingmu gede banget..!” (bagian yg paling menarik saya dari tubuh wanita adalah payudara, terutama putingnya)
Kemudian S menggiring k0ntol saya masuk ke dalam lubang memeknya, saya mengeluarkan desahan tersebut dan juga S secara bersamaan juga mengeluarkan terus desahan- desahannya. Goygan yg kami lakukan semakin bertambah cepat.
Sambil saya remas payudaranya, saya mencium mulutnya. Kami terus saling berpagutan sambil menggoygkan pinggul
masing-masing. Setelah 10 menit, saya merasa saya sudah mau sampai lagi.

“S aku udah mau keluar lagi nih..! Dikeluarin di dalam atau di luar..?”
“Di dalam aja, tunggu sebentar ya, aku juga mau keluar nih..! Ah.., sh..!”
“S aku udah ndak tahan nih..!”
“Aku juga Mas, ah..!” Akhirnya pada saat bersamaan kami mengeluarkan cairan kenikmatan kami bersama- sama di dalam lubang memek S.

Setelah itu S mengeluarkan k0ntol saya dari lubang memeknya dan membungkuk untuk menjilati k0ntol saya dan membersihkannya sampai sisa- sisa spema kami bersih. Itulah pengalaman saya dengan S.
Sampai saat ini kami masih kadang melakukan hubungan seks apabila ada kesempatan, bahkan saya sudah meniduri pembantu yg lain juga yg tubuhnya lebih behenol. - Pembantu Dirumah Pacarku

Related Posts:

1 Response to "Pembantu Dirumah Pacarku"